Maret 2014



Berikut beberapa bahan yang bisa dijadikan pestisida nabati beserta khasiatnya :

  1. Daun brotowali bisa dipergunakan untuk mengatasi lalat buah.
    Bila ditambahkan kecubung wulung dapat mengendalikan ulat grayak atau hama penggerek batang.
  2. Mimba untuk membasmi ulat tanah Agrotis sp., belalang, aphids, dan ulat grayak.
    Bila digabungkan dengan daun sirih mampu mengatasi serangan antraknosa pada cabe merah.
  3. Larutan atau parutan jahe atau cengkeh untuk mengusir berbagai serangga dan mengatasi Plutella xylostella pada kubis.
  4. Umbi bawang putih dan bawang merah bisa dijadikan untuk mengendalikan serangan ngengat dan kupu-kupu, Alternaria porii, dan layu fusarium.
  5. Daun mindi dapat mengatasi serangan ulat grayak Spodoptera sp. dan ulat daun Plutella xylostella.
  6. Daun cocor bebek bisa untuk menanggulangi larva ulat daun Plutella xylostella.
  7. Daun dan biji suren bisa membasmi walangsangit, hama daun Eurema sp.
  8. Akar dan daun serai wangi ampuh terhadap aphids dan tungau.
  9. Daun babadotan membasmi ulat.
  10. Daun cengkih sebagai fungisida.
  11. Umbi gadung memberantas aphids dan tikus.
  12. Buah maja untuk mengusir walangsangit.
  13. Buah mengkudu sebagai larvasida.
  14. Kulit batang pasak bumi musuhnya lalat buah.
  15. Daun tembakau ampuh terhadap aphids.
  16. Teh basi untuk mengusir semut.

Berikut beberapa contoh hama dan pestisida alaminya:
  1. Kutu Putih pada daun atau batang.
    Dapat digunakan bawang putih yang ditumbuk dan diperas airnya serta dicampurkan dengan air sesuai dosis yang diperlukan. Jika kutu melekat erat pada tanaman, dapat digunakan campuran sedikit minyak kelapa.
    Semprotkan campuran tersebut pada tanaman yang terserang hama.
  2. Untuk Tikus.
    Buah jengkol dapat ditebarkan di sekitar tanaman atau di depan lubang sarang tikus.
    Atau dengan merendam irisan jengkol pada air selama 2 hari.
    Lalu semprotkan pada tanaman padi yang belum berisi akan menekan serangan walang sangit.
  3. Berbagai serangga.
    Air rebusan cabai rawit yang telah dingin dan dicampur dengan air lagi serta disemprotkan ke tanaman akan mengusir berbagai jenis serangga perusak tanaman.
  4. Aphids.
    Air rebusan dari campuran tembakau dan teh dapat mengendalikan aphid pada tanaman sayuran dan kacang-kacangan.
    Air hasil rebusan di campurkan kembali dengan air sehingga lebih encer.
  5. Berbagai serangga.
    Air rebusan daun kemangi atau daun pepaya yang kering ataupun yang masih segar, dapat disemprotkan ke tanaman untuk mengendalikan berbagai jenis serangga.
  6. Nematoda akar.
    Dengan menggunakan bunga kenikir (Bunga Tai Kotok) yang direndamkan oleh air panas mendidih.
    Biarkan semalam lalu saring.
    Hasil saringan tersebut disiramkan ke media tanaman.
    Penting diperhatikan media yang digunakan mudah dilalui oleh air.
  7. Mengendalikan serangga, nematoda dan jamur.
    Dengan membuat air hasil rendaman tumbukan biji nimba dengan air selama tiga hari.
    Lalu siram pada tanaman, umumnya efektif pada tanaman sayuran.


Sumber



Bahan :
  1. 3 liter Susu Murni.
  2. 30 ml Madu Murni.
  3. 9 butir Kuning Telur.
  4. 0,5 kg dicairkan/direbus dengan 0,2 liter air Gula Merah.
  5. 0,5 liter WCA.
  6. 0,5 liter Ekstrak Bawang Putih.

Cara membuat :
  1. Campur dan aduk semua bahan.
  2. Simpan atau bisa langsung diaplikasikan

Aplikasi :
  1. Dosis 15 ml s/d 50 ml (relatif) per tangki semprot.
  2. Semrotkan pada masa generatif.


Sumber



Kalsium sama pentingnya bagi tanaman sama seperti manusia.
Pada tanaman, kalsium mencegah pertumbuhan yang berlebihan, membantu mengeraskan buah, memperpanjang waktu penyimpanan, merangsang penyerapan asam fosfor dan membantu tanaman menyerap nutrisi.
Jika tanaman kekurangan kalsium, protoplasta sel tak dapat terbentuk sewajarnya sehingga rambut akar akan lemah,sehingga daun menjadi mengering dan berwarna coklat.
Pada umumnya kacang tanah dan kacang polong menjadi hampa akibat kekurangan kalsium/Ca.

Bahan :
  1. 1 kg kulit telur (cangkang kepiting/­ cangkang kerang/ cangkang keong/­ cangkang bekicot).
  2. 3 liter air cuka (beras merah/ beras putih/ singkong/ ubi jalar).
  3. Alat pembakar.
  4. Wadah.

Cara membuat :
  1. Hancurkan kulit telur/ cangkang kepiting/­ cangkang kerang/ cangkang keong/­ cangkang bekicot ( pilih satu bahan).
  2. Sangrai bahan kulit telur/ cangkang sampai dengan menjadi arang untuk menghilangkan bagian busuk.
  3. Setelah arang kulit telur/ cangkang dingin, masukkan kedalam wadah.
  4. Campur cuka dengan arang kulit telur/ cangkang dengan cuka.
  5. Jika kulit telur/ cangkang sudah bergerak turun dan berbuih, campuran arang dan cuka sudah menjadi WCA.
  6. Simpan dalam wadah rapat selama 7 hari.

Aplikasi :
  1. Dosis :
    • Musim Hujan : 1 : 800 s/d 1.000 air
    • Musim Kemarau : 1 : 1.200 s/d 1.500 air
  2. Semrotkan pada masa peralihan dan masa pembuahan.

Catatan :
  1. Jangan berikan WCA di fase vegetatif secara berlebihan.
  2. WCA di gunakan dan WCAP(Water Calsium Phosfat/­kalsium fosfat larut dlm air), FPJ/­nutrisi tanaman yang terbuat dari tanaman yang mengandung zat besi tinggi misal kangkung, OHN/­Nutrisi herbal dan air laut yang di fermentasi membuat buah lebih enak/manis dan harum.


Sumber



Asam Fosfat dan Kalsium di duga menpunyai ke efektifan yang rendah bagi tanaman.
Namun apabila kita memperbaiki cara produksi dan aplikasi berdasar siklus hidup tanaman,maka efektifnya sangat tinggi.

Bahan :
  1. 1 Kg tulang (Sapi/ Kambing/ Domba).
  2. 10 liter cuka (beras merah/putih/­hitam,ubi jalar, singkong dll).
  3. Alat pembakar.
  4. Wadah.

Cara membuat :
  1. Tulang direbus setelah kering lalu dibakar untuk melepaskan lemak dan dagingnya.
  2. Tumbuk tulang jika masih ada tulang yang utuh.
  3. Siapkan cuka (beras merah/putih/­hitam,ubi jalar, singkong dll).
  4. Campur cuka dengan arang/ abu tulang secara bertahap (arang/ abu tulang tidak dimasukkan sekaligus, tetapi tunggu sampai busa dari arang/ abu tulang berhenti).
  5. Setelah busa berhenti, saring campuran arang/ abu tulang yang sekarang sudah jadi WCAP.
  6. Simpan WCAP pada tempat tertutup dengan lubang oksigen untuk keluar masuknya udara.

Aplikasi :
  1. Dosis 1 : 500 s/d 1.000 air.
  2. Semrotkan pada daun tanaman sebelum dan sesudah masa peralihan.


Sumber

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget