April 2014


Menurut Wikipedia, Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.

Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.
Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.

Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter.
Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

Terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:
1.Jahe gajah/jahe badak
Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.
2.Jahe kuning
Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.
3.Jahe merah
Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding jahe biasa.


SOP TANAM JAHE POLA ORGANIK

Pembenihan :
1.Bibit jahe sebaiknya yg sudah berumur setahun atau lebih.
2.Jemur bibit jahe selama setengah hari.
3.Larutkan ROMA 10ml dgn 1 liter air.
4.Rendam benih selama 3-5 menit.
5.Tiriskan / angin-anginkan.
6.Larutkan ROTAN + ZPT 10 ml untuk 10 liter.
7.Rendam benih dalam larutan ROTAN selama 15-30 menit.
8.Tiriskan / angin-anginkan.
9.Benih siap disemai.
Sebaiknya benih disemai dengan media campuran tanah dan bokashi yang sudah disiapkan seminggu sebelumnya dan disiram dengan ROMA. Siram setiap hari agar media tetap lembab, hari ke tujuh siram dengan ROTAN + ZPT dan usahakan tidak terkena sinar matahari langsung.

Pengolahan media / lahan :
1.Jika dalam polybag/karung, buat campuran untuk media dengan komposisi tanah : pupuk organic/bokashi : pasir = 2:2:1 dan tingga media kurang lebih 15-20 cm.
2.Jika di lahan perkebunan buat bedengan lebar 1.5 – 2 m dan panjang disesuaikan dengan panjang lahan dengan jarak tanam 60 x 60 cm.
3.Untuk menghindarkan serangan OPT lahan seminggu sebelumnya di siram ROMA dan TRICHODERMA.
4.Tanam benih dengan kedalaman 3-5 cm dengan tunas menghadap ke atas (2 – 3 rimpang).

Pemupukan :
1.Siram dengan ROTAN seminggu setelah tanam dan siram dengan ROMA minggu selanjutnya. Untuk mempercepat pertumbuhan dan peranakan siram juga dengan ZPT.
2.Pemberian ROTAN seminggu sekali dengan dosis 10 ml untuk 10 liter air.
3.Pemberian ROMA disesuaikan dengan kondisi jika nampak ada gejala Hama/penyakit.

Pemeliharaan :
1.Sampai dengan 30 HST, sebaiknya keadaan teduh.
2.Jika sudah nampak rimpang baru uruk/ timbun dengan tanah yg sudah dicampur bokashi/pupuk organik.
3.Umur 5-6 bulan maka komposiisi pupuk yg mengandung posfor dua kali lipat (bisa diambil dari batang pisang/pelepah pisang) untuk menggenjot pembesaran rimpang.
4.Alternatif pengendalian OPT setelah pemotongan batang selain memakai ROMA adalah : bawang putih tambah dengan biji lada dengan perbandinga 1:1.
5.Panen bisa dilakukan mulai usia 10 bln.




Dengan perlakuan seperti dibawah ini, menurut DR. dr. Maman Nurzaman bisa menaikkan kandungan NPK masing-masing bahan antara 120% - 150%

Bahan :
1.Urine : 10 liter
2.Rotan : 1 liter
3.Mol akar bayam : 1 liter
4.Mol akar bambu : 1 liter
5.Bubuk ikan asin/tongkol/udang : 1 kg

Cara Pembuatan :
1.Campurkan semua bahan
2.Fermentasikan selama 14 hari

Dosis aplikasi :
1.Perbandingan POC:Air = 1 :15.
2.Kocor pada tanaman sayur dosis 100 ml.
3.Kocor pada tanaman keras dosis 200 ml.

Catatan :
1.NPK urine sapi asalnya 0,28% setelah perlakuan menjadi 1.78% per ml nya
2.POC ini siap saji atau bisa langsung terserap tanaman.
3.Kocor pada tanaman keras dosis 200 ml.
4.POC ini merupakan pupuk cair dasar, untuk bisa untuk fase vegetatif dan juga fase generatif, kalau ingin diberikan berbeda tambahakan ZPT sesuai fasenya sebanyak masing" 1 liter pada POC tsb diatas yang sudah jadi. Lebih jelasnya tambahkan 1 liter auksin dan 1 liter sitokinin untuk fase vegetatif, serta sitokinin 1 liter dan giberelin 1 liter pada fase generatif.
5.MOL Akar Bayam : ambil akar bayam (sebaiknya jgn dicuci) kurang lebih sekeresek kecil, gula 500 gram, air 1 liter. fermentasi selama 2 minggu secara anaerrob.


SPO FB Page



Berikut peralatan dan catatan PERBANYAKAN ROTAN 3

Peralatan :
1.Alat timbang
2.Gelas ukur
3.Wadah/ tempat fermentasi
4.Panci dan kain tempat dedak
5.Kompor
6.Sendok



Catatan :
1.Karena wadah fermentasi volumenya 13 liter, maka perbanyakan saya lakukan total cairan 12 liter dengan perbandingan tetap untuk masing-masing bahan sehingga sisa ruang kosong tidak lebih dari 10%.
2.Untuk memudahkan sewaktu memeras air rebusan dedak dan gula, maka sy bungkus dedak dengan kain agar volume air tidak berkurang banyak dari sebelum direbus/ dicampur dedak.


Bahan :
1.Gula : 1/4 kg
2.Dedak/ Bekatul : 1 kg
3.Tepung ikan : 2 s/d 3 sdm
4.Kentang : 1/4 kg

Cara perbanyakan
1.Campur gula dan dedak dengan 3 liter air, kemudian rebus. (Tambahakan air agar sisa air setelah direbus jadi 3 liter)
2.Rebus dan haluskan kentang, kemudian haluskan dengan 1 liter air.
3.Campurkan semua bahan dalam keadaan benar-benar dingin.
4.Masukkan Rotan 3
5.Campur sampai benar-benar merata.
6.Tutup wadah dengan kain tebal.
7.Ruang sisa wadah tidak boleh lebih dari 10%.
8.Simpan dalam tempat teduh.


SPO FB Page


Bahan :
1.Roter 1 : 1ltr
2.Kepiting batu / pinggir pantai : 1/2 kg
3.Madu asli (wajib asli ya) : 100 ml
4.Yogurt : 250 ml
5.Yakult : 2 btl
6.Usus kambing/sapi (jgn dikeluarkan isinya) : 100 gram
7.Gula merah : 1 kg
8.Air kelapa (1 butir yg masih muda) : 1 ltr

Cara Pembuatan :
1.Tumbuk sampe halus kepiting batu.
2.Cincang sampe halus Usus kambing/sapi dan isinya.
3.Campurkan semua bahan.
4.Fermentasi selama 5-7 hari.


SPO FB Page


Bahan :
1.Rumput laut/ Azolla: 1 kg
2.Pisang (pisang klutuk yang terbaik): 10 buah
3.Nanas: 1 buah
4.Yoghurt/ yakult: 1 ltr
5.Usus kambing/ sapi (bisa diganti usus ikan): 500 gram
6.Gula merah: 1 kg
7.Ragi tape: 1 butir
8.Kulit Jeruk: 5-10 buah

Cara Pembuatan :
1.Rumput laut/ azolla, pisang, nenas, dan kulit Jeruk di blender
2.Usus kambing/ sapi di cingcang (blender lebih baik)
3.Gula merah didihkan dengan air 1 liter, biarkan sampai dingin
4.Campurkan semua bahan, kemudian aduk2 selama 3-5 menit
5.Fermentasikan selama 10-12 hari dlm wadah tertutup

Catatan Pembuatan :
1.Setiap 2 - 3 hari sekali dikocok selama 5 menit
2.Dosis 10 ml dicampur air 20 liter untuk fermentasi pakan/ pembuatan pelet
Untuk kolam 10 ml untuk luas 1 m2

Perbanyakan :
Bahan Perbanyakan :
1.ROTER : 1 ltr
2.Gula : 2 kg
3.Air leri beras : 5 ltr
4.Air kelapa : 5 ltr
5.Air dari mata air/sumur(didihkan dulu) : 10 ltr
6.Susu murni 2 liter : 2 ltr
7.Dedak 1 kg : 1 kg
8.terasi matang : 1/4 kg

Cara Perbanyakan :
1.campurkan semua bahan kemudian fermentasi sela 7 hari

Catatan Perbanyakan :
1.Ciri fermentasi berhasil jika berbau wangi tape
2.Bisa panen setiap minggu,
3.Ambil 2-3 liter tiap minggunya kemudan ganti/ tambah air kelapa dan gula 1 kg sebanyak yg diambil
4.Bisa bertahan sampai 1 thn


SPO FB Page


SOP ini diambil dari Step by Step Panduan Lele organik 90 hari panen, tanpa beli pakan yang dibuat oleh DR. dr. Nurzaman atau lebih dikenal dengan nick Ayah Manjel Dech di facebook.

Langkah-langkah :
1.Siapkan kolam (kolam apa saja) isi dengan air setinggi 30 cm dulu
2.Untuk kolam ukuran 3x4 m maka siapkan kohe sapi sebanyak 1 drum
3.Fermentasikan kohe tsb dengan roter 1 liter + gula 1 kg + dedak 3 kg + air 10 liter. aduk2 sampai benar2 merata kemudian simpan dalam wadah tertutup selama minimal 7 hari, idealnya 2 minggu
4.Sambil nunggu fermentasi kohe jadi, siram kolam yg sudah diisi air dengan roter 1 liter + gula 1 ons
5.Setelah fermentasi kohe selesai, masukan 1/3 drum ke dalam kolam, biarkan selama seminggu.
6.Sebelum benih lele masuk, siapkan minimal 2 wadah, wadah/tempat yang pertama isi dengan air 20 liter dan alkohol 70% 100 ml, wadah yang kedua isi dengan air bawaan benih isi separuhnya saja
7.Masukan lele ke dalam wadah pertama selama 2-3 menit, kemudian langsung masukan ke wadah kedua .. selanjutnya sedikit2 masukan air dari kolam yg sudah dipersiapkan sebelumnya sampai wadah meluber.. lakukan terus menerus selama kurang lebih 10-15 menit. (proses adaptasi air)
8.Masukan benih lele yg sudah diadaptasi sebelumnya, usahakan perlakuan ini pada sore hari
9.Tambahkan air ke kolam sedikit sedikit sampai ketinggian 50 cm
10.Dua minggu kemudian : masukan kembali kohe fermentasi (sisa sebelumnya) sebanyak 1/3 drum lagi, begitu sterusnya setiap 2 minggu sekali masukan fermentasi kohe
11.Sebulan kemudian air tambah ketinggian menjadi 60 cm

Catatan :
a.Pemberian ROTER sebaiknya setiap seminggu sekali, untuk ukuran 3x4 m sebanyak 1 liter, Kecuali jika musim hujan terus menerus setiap hari maka pemberian roter setiap 3 hari sekali
b.Konsumsi kohe fermentasi disesuaikan dengan ukuran ikan.. jika terlihat sdh tidak mencukupi bisa ditambah dosisnya
c.Pengalaman seperti ini ikan lele dari ukuran 5-7 panen 90 hari rata2 1 kg = 7-9 ekor
d.Fikri Ady: kolam 3x4 baiknya diisi benih berapa ekor yah? tanpa pakan apapun, cuma kohe saja. 2000 ekor cukup kang fikri
e.Tambahan untuk perawatan : Jika didapati lele menggantung, maka ambil buah pace (mengkudu) yg benar2 sudah masak (warna keputih putihan) wajib yg benar2 matang, kemudian remas2 buah pace tsb sampai hancur kemudian tambahkan garam 3-5 sendok untuk 1 buah pace. (1 buah untuk ukuran 1x1 m). biasanya ga sampe 1 jam lele kembali sehat.. insyaallah
f.Standar di atas dengan kohe sapi. pernah coba pake kohe kambing .. alhamdulilah pada sakit. mortalitas sampe 40% dengan kohe kambing.
g.Pengalaman Ayah Manjel Dech ga ganti air sampe panen .. kuncinya seminggu sekali roter masuk ke kolam.


SPO FB Page



Keasaman tanah adalah kepekatan ion hidrogen yang berada dalam tanah.
Bila kepekatan ion hidrogen dalam tanah tinggi, maka tanah tersebut disebut asam, dan apabila kepekatan ion hidrogen terlalu rendah maka tanah tersebut dalam kondisi basa. Dalam kondisi ini ion OH- lebih tinggi daripada H+.
Sebenarnya kau di bahas lebih dalam rasanya tak cukup tempat untuk menjelaskannya, namun secara sederhana angka pH berkisar antara 1 sampai 14. Untuk angka 1, tanah pada kepekatan ini sangat asam, sementara untuk angka 14 menandakan kalau tanah dalam keadaan sangat basa. Diantara kisaran 1 sampai 14 tersebut ada reaksi yang bersifat netral atau normal, nilai pH tersebut adalah 7. Oleh karena angka 7 ini disebut netral, maka semakin kurang dari 7 semakin asam, dan semakin lebih dari 7 dikategorikan semakin basa.

Jenis - Jenis Kapur pertanian
Kapur pertanian adalah kapur yang berasal dari batuan kapur, yang banyak dijumpai di Indonesia. Batuan kapur ini banyak mengandung kalsium dan magnesium yang sifatnya mampu menetralkan aluminium.
Dipasaran dapat dijumpai 3 macam jenis kapur yaitu : 1. Kapur Tohor. yaitu jenis kapur yang pembuatannya melui proses pembakaran. Kapur ini sering disebut dengan kapur pertanian. Secara ilmiah kapur ini disebut calsium oksida(CaO) 2. Kapur tembok. Merupakan jenis kapur hasil pembakaran pada kapur tohor, yang kemudian ditambahkan dengan air yang dalam bahasa kimianya disebut calsium hidroksida. 3. Kapur karbonat. Merupakan kapur yang bukan melaui proses pembakaran tetapi digiling langsung, kapur karbonat ini ada dua macam, yaitu kalsit dan dolomit. Untuk kapur kalsit mengandung kalsium oksida 47%, dan kalsium karbonatnya 85%. Sementara untuk dolomit mengandung kalsium oksida dan magnesium oksida 47% serta kalsium karbonat dan magnesium karbonatnya 85%. Dosis dolomit untuk menetralkan ke asaman tanah :
PH TanahDosis Dolomit (ton/ha)
4.010.25
4.19.76
4.29.28
4.38.82
4.48.34
4.57.87
4.67.39
4.76.91
4.86.45
4.95.98
5.05.49
5.15.02
5.24.54
5.34.08
5.43.60
5.53.12
5.62.65
5.72.17
5.81.69
5.91.23
6.00.75
Untuk tanaman kelapa sawit dosis pupuk dolomit adalah 3-5 kg/ pokok atau setara dengan 408 -680 kg/ha.

Untuk beberapa komoditi tanaman yang lain di sajikan dalam tabel di bawah ini :
TanamanpH Optimum
Padi5-6.5
Jagung5.5-7
Kedelai6-7
Kacang Tanah5.5-6.5
Tebu6-8
Tomat5.5-7.5
Cabai5.5-6.5
Tembakau5-6
Kubis5.5-7.5
Seledri6-7
Nanas6-8
Pisang6-7.5



SUMBER



Kekurangan POC :
1.Biasanya, POC hanya mengandung unsure hara mikro saja, atau mengandung juga hara makro dalam jumlah yang sangat sedikit.
2.Membuat POC mesti menyediakan banyak bahan.
3.Membuat POC membutuhkan waktu yang relative panjang (lama).
4.Baunya ga terlalu enak.

Kelebihan POC :
1.Bahan yang dibutuhkan banyak tersedia di sekitar
2.Murah
3.Pemberian dalam jumlah berlebih,tidak membuat tanaman mati.
4.Mengurangi jumlah sampah rumah tangga.


A. Ramuan Pupuk Organik Cair ( N )

Bahan :
1.Urine kelinci5 liter
2.Kotoran kelinci2 kg
3.Tanaman kipahit (tithonia diversifolia)½ karung
4.Air kelapa5 liter
5.Gula merah2 batang
6.Bawang merah¼ kg
7.Dekomposer20 cc

Cara buat :
1.Kipahit dan bawang merah dan gula merah dihaluskan.
2.Campur semua bahan, masukan ke gentong.
3.Tambahkan air bersih 20 liter.
4.Tutup gentong,simpan ditempat teduh.
5.Proses ini sekitar 7-8 hari,lama juga ga apa.


B. Ramuan Pupuk Organik Cair ( P )

Bahan :
1.Daun-daun kering (yang sudah jatuh)1 karung
2.Air bersih20 liter
3.Mol tape/ dekomposer100 cc/ 10 cc
4.Gula merah1 batang

Cara buat :
1.Haluskan daun kering dan gula merah.
2.Masukkan ke dalam gentong,tambah air yang tadi.
3.Biarkan selama 10 hari.
4.Siap digunakan.


C. Ramuan Pupuk Organik Cair ( K )

Bahan :
1.Batang pisang50 cm
2.Air bersih10 liter
3.Mol tape/ dekomposer100 cc/ 10 cc
4.Gula merah1 batang

Cara buat :
1.Haluskan bonggol pisang (bagian dalam yang berwarna putih dan yang paling deket bonggolnya) dan gula merah.
2.Campur semua bahan, masukan ke dalam gentong.
3.Biarkan selama 10 hari.
4.Kalo udah jadi, campur ketiga bahan yang tadi ½ liter : ½ liter : ½ liter dengan air 20 liter
5.Siap diaplikasikan pada tanaman.


Catatan :
1.Jika membuat mesti 3 gentong dianggap ribet, cukup buat yang A aja, Karena sayuran hijau biasanya cukup dengan pupuk yang N-nya tinggi.
Dalam pupuk ini, telah tersedia pula kandungan hara mikronya.
2.Mol Tapai ditambah air didiamkan selama 10 hari.
3.Tanaman kipahit dapat diganti dengan tanaman kacang-kacangan, alga, dadap.
4.Mula-mula, terjadi defisiensi tanaman (tanaman menjadi bule, daun kuning atau putih) karena kekurangan unsur Nitrogen.Tapi, dengan perawatan dan dosis yang tepat, hal tersebut dapat diperbaiki
5.Siap diaplikasikan pada tanaman.


SPO FB Page



Racikan untuk 1 kwintal pakan

NoBahanBanyak
1Jagung giling15 kg
2Tepung daging(bekecot/keong mas)10 kg
3Tepung ikan (bubuk ikan asin)15 kg
4Dedak halus25 kg
5Ampas tahu kering25 kg
6Tepung daun (kangkung/bayam)10 kg
7Glucosa /mulase/ Gula1 kg
8ROTER50 ml

Cara buat
1. Campurkan ROTER dengan gula yg sudah dicairkan, biarkan selama 30menit
2. Seluruh bahan di campurkan
3. Angin-anginkankan, bisa dibuat pelet/granul

Kebutuhan nutrisi untuk ayam kurang lebihnya spt di bawah :
1.Protein 20%
2.Lemak 5%
3.Karbohidrat 45%
4.Serat 10%
5.Mineral (garam) 1%
6.Mineral (kapur) 1%
7.Air 18%

Berikut bahan-bahan yang bisa digunakan untuk bahan pakan, sesuaikan dengan bahan yang gampang didapat asal komposisinya harus spt di atas.
BahanProtein (%)Lemak (%)Serat kasar (%)
Bekatul10.27.98.2
Broiler konsentrat4165
Bungkil kedelai41.73.56.5
Bungkil kelapa20.56.712
Gandum11.91.92.6
Jagung93.82.5
Layer konsentrat32-3466
Pollard16.24.37.7
Tepung bekicot60.974.5
Tepung gaplek1.50.70.9
Tepung ikan53.94.21
Tepung tulang1232

Konsumsi pakan dan berat ayam kampung standar
Umur (minggu)Konsumsi pakan (gr/ekor/mgg)Berat badan (gr/ekor)
15080
290120
3160210
4260280
5270350
6290460
7340520
8390590
9440640
10480700
11530760
12590810

Rata-rata perminggu konsumsi pakan di tambah 50 gram

SPO FB Page

Pengertian Ayam Organik adalah mulai dari pakan, vit, antibiotik pokoknya semuanya tidak boleh mengandung bahan kimia apapun.
Terus yang terpenting dalam menyusun ransum untuk ayam kampung Organik harus memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg. Untuk Jumlah pakan yang diberikan untuk ayam kampung disesuaikan dengan usia ayam kampung itu sendiri, seperti berikut:
Takaran per hariSampai dengan umur
7 gram1 minggu
19 gram2 minggu
34 gram3 minggu
47 gram4 minggu
58 gram5 minggu
66 gram6 minggu
72 gram7 minggu
74 gram8 minggu

Contoh Pakan Ayam Organik :
Bahan :
  1. Dedak : 10 kg
  2. Tepung ikan/bekicot/bubuk ikan asin dll : 2 kg
  3. Daun kangkung : 3 ikat
    Daun kangkung dicacah, bisa diganti dengan caisin yang kadar vit, ca, p, dan fe nya lebih banyak)
  4. Garam : 3 sendok makan
  5. Gula : 2 sendok makan
  6. Roter : 10 ml
  7. Air : secukupnya
Cara buat :
    Semua bahan dicampur rata kemudian difermentasi selama 3 hari
Catatan :
  • Untuk menjaga kesehatan ayam dan mempercepat pertumbuhan sebaiknya diberikan air minum yg sudah diberikan roter dan gula sebelumnya dengan dosis 10 ml roter untuk 40 liter air.
  • Biar tidak terkena ND dan Flu burung berikan 2 minggu sekali 10 gram kunci dan 1 siung bawang putih per ekor
  • Pakan hasil permentasi bisa disimpan sampai 1 bulan
  • Dari pengalaman selama ini kadar lemak hanya 3-5% sj dibandingkan dengan pola biasa, begitu juga kadar protein daging mencapai 68-70% dibandingkan pola biasa yg hanya 20-23% sj


SPO FB Page

VariabelUraian
Bahan dasar
1. Air matang10_liter
2. Buah pinang1_kg
3. Daun sirsak1_kg
4. daun serai1_kg
5. Cabe1_kg
6. Bawang putih1/2_kg
Cara buat
1. Buah pinang tumbuk sampai halus (semuanya baik kulit/bjinya)
2. Daun sirsak tumbuk / blender
3. campur semua bahan dengan air matang
DosisUntuk 10 ml ditambah 1 liter air
SasaranEfektif untuk hama ulat/trip/kutu daun/belalang/wereng/walangsangit
Catatan
Pinangnya jangan yg masih muda, dipangkalnya harus yg yang ada coklat kemerahan, rasanya sepet dan pahitnya terasa getir.
Jangan dipakai kalau sudah pinangnya sudah menguning.
Pinang bisa diganti dengan biji mahkota dewa yang sudah tua dengan bahan 2x lipat
Daun sirsak harus yang tua yang muda jangan dipakai
Serai yang paling bagus ada pada bagian 5 cm diatas akar.
Seluruh serai bisa masuk, batang daun pokoknya semua.
Cabe rawit merah harus yg matang pohon supaya khasiatnya lebih bagus
Roma bisa disimpan 1-6 bulan.
Kalau ingin ditambahkan bawang putih dan cabe harus secepatnya diaplikasikan, supaya kandungannya maksimal.
Bisa ditambahkan ROTAN 1.
Jika ingin hama tsb tidak balik lagi, ambil hama tsb secukupnya.. hancurkan trs tambahkan ke ROMA 1.
SumberSPO FB Page



Bahan Utama :
  1. Cairan rumen (isi usus halus sapi/cairan hasil perasan isi usus besar sapi) = 2 liter
  2. Air gula /tebu/tetes tebu/molasis = 2 liter
  3. Air rebusan dedak/katul = 4 liter

Bahan Tambahan :
  1. Ragi tape = 2-3 butir
  2. Trasi = ½-1 ons
  3. Buah nanas = 1 buah
  4. Urine (boleh sapi/kelinci/domba/kambing) yang sudah diendapkan selama 1 minggu.: 4 liter

Cara Buat :
  1. Campurkan katul 1 kg dengan 5 liter air, kemudian didihkan dan dinginkan kemudian saring dan ambil airnya 4 liter.
  2. Campurkan cairan rumen sebanyak 2 liter dengan air gula/tetes tebu/molases sebanyak 2 liter
  3. Campurkan air rebusan katul sebanyak 4 liter kedalam larutan campuran nomer 2.
  4. Campurkan 1 buah nanas yang telah dihancurkan/diparut/diblender.
  5. Campurkan ½-1 ons trasi yang telah diencerkan dengan air secukupnya.
  6. Tambahkan 2-3 butir ragi tape kedalam campuran larutan tersebut.
  7. Tambahkan Urine sapi/kelinci/domba/kambing tadi
  8. Masukan larutan bio aktivator tersebut pada botol/jerigen/ember yang terbuat dari bahan plastik dan tutup rapat, kemudian simpan selama 2 minggu.
  9. Jika sudah jadi campurkan dengan ROTAN 1 liter

Ciri – ciri bioaktivator yang sudah jadi :
  1. Bio aktifator yang sudah jadi berbau khas fermentasi/harum.
  2. Berwarna kuning kecoklatan.
  3. Tidak keruh dan tidak ada jamur berwarna coklat/abu – abu/hitam.

Ciri – ciri bioaktivator yang gagal :
  1. Banyak mikro organisme didalam larutan yang mati.
  2. Dicirikan larutan berwarna coklat kehitaman, berbau busuk dan terdapat banyak jamur berwarna coklat/abu – abu/hitam.

Catatan :
    Komposisi/kandungan microba dari campuran bioaktivator dengan ROTAN insyaallah menjadi Probiotik yg bisa dikatakan “SEMPURNA” untuk proses pembuatan POC maupun POP, Decomposer/Pengkomposan

Microba yg terkandung : microba selulolitik (Bacteriodes succinogenes, Cillobacterium cellulosolvens), microba Bakteri Hemiselulolitik (Butyrivibrio fibriosolven, Bacteriodes ruminicola) microba Amilolitik (Bacteriodes amylophilus, Streptococcus bovis), microba Ureolitik (Streptococcus sp), microba penambat N ( Azotobakter, Azospirillum (bakteri penambat N2 yang tidak bersimbiosis dengan tanaman, Microba pelarut P Aspergillus niger, Bacillus subtilis, Bacillus polymixa (bakteri penghasil senyawa yang dapat melarutkan fosfat tanahm Bacillus megatherium, pelarut phosphat dari ikatan phospor dengan mineral liat), Acetobacter sp, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman., Actinomycetes sp, Azospirillum lipoverum, penambat N, pelarut P, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman, Bacillus mojavensis, bersama Streptomyces meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan hara, Lactobacillus sp, penghasil enzim selulosa yang membantu penguraian bahan organic, Nitrosococcus sp, mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3‾), Nitrosomonas sp, mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3‾), Streptomyces sp, bersama Bacillus mojavensis meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan hara.

Rotan 2+
Cara :
  1. Ambil tiga genggam tanah dari bawah kandang ayam / kambing sekitar kedalaman10-20 cm
  2. Masukan ke dalam larutan rotan 1 liter
  3. Berikan gula merah / pasir 10 sendok makan
  4. Tutup wadah dengan kain (bekas kaos dalam/kerudung atau apa sajalah)
  5. Biarkan selama 15 - 20 hari, setiap hari goyang2 kan / kocok2
  6. Jika tidak tercium bau busuk artinya anda berhasil

Aplikasi :
  • 100 ml tambahkan dengan 10 liter air,
  • Kocorkan pada tanah ygkeras/gersang/kurang subur
  • Amati hasilnya 2-3 hari kemudian

SPO FB Page

    Bahan :

    1. Buah Pisang : 5 buah
    2. Buah Pepaya : 1 buah
    3. Buah Nanas : 1 buah
    4. Buah Mangga/ Alpukat : 2 buah
    5. Buah Melon/semangka : 1 buah
    6. Kangkung air : 3 ikat
    7. Kacang panjang : 3 ikat
    8. Jagung muda : 2 buah
    9. Ragi : 3 butir
    10. Air kelapa : 5 liter
    11. Air leri : 3 liter
    12. Gula Kelapa : 1 kg
    13. Usus ikan : 2 ons

    Cara buat :
    1. No 1 sampai 8 di blender sampai spt jus
    2. Gula kelapa di didihkan dengan air 1 liter, biarkan sampai benar2 dingin
    3. Campurkan semua bahan, kemudian aduk2 sampai benar2 merata
    4. Simpan dalam wadah yg terbuat dari tembikar/plastic ( jgn yg terbuat dari logam)
    5. Fermentasi selama 10-14 hari, setiap 2 hari sekali aduk2 selama 5 menit, kemudian tutup kembali
    6. Ciri berhasil jika campuran berbau asam dan harum tapeFermentasi selesa jika sudah tidak ada lagi gas yg terkandung
    7. Saring, ampasnya jgn dibuang krn itu masih mengandung semua microba di atas.
    Kandungan : microba Azotobacter sp. Azospirillium sp. Pseudomonas sp. Lactobacillius sp. Rhizobium sp. dan Streptomyces sp.

    Cara memperbanyak :


    Bahan :
    1. Air jernih (sumur/mata air) : 100 liter
    2. Dedak : 10 kg
    3. Gula kelapa : 5 kg
    4. Air kelapa : 10 liter
    5. POC ROTAN : 1 liter

    Cara buat :
    1. Panaskan no 1, 2 dan 3
    2. Sesudah dingin campurkan dengan dengan no, 4,5
    3. Masukan dalam drum plastic dan tutup rapat selama 7 hari.

    Selesai .. dah jadi POC ROTAN 100 liter dengan kwalitas yg sama.


    Gimana biar ROTAN benar2 kualitasnya nomor wahid ??
    • Tambahkan ZPT Auxin 1 Liter, Sitokinin 1 liter (untuk pupuk vegetatif) kedalam 100 liter tadi
    • Tambahkan ZPT Sitokini ½ liter, Giberelin 1.5 liter (untuk pupuk generatif) kedalam 100 liter tadi

    Dosis :
    • Untuk tanaman padi : 250 ml campur dengan air 14 liter (1 minggu sekali)
    • Untuk palawija : 100 ml campur dengan air 14 liter (1 minggu sekali)

    Sekarang bagaimana untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikronya ??


    Bahan pembuatan pupuk organic padat / bokashi :

    1. Kohe domba : 1 ton
    2. Dolomit : 100 kg
    3. Dedak : 50 kg
    4. Sekam : 300 kg
    5. Jerami : 1 ton
    6. ROTAN : 4 liter
    7. Air kelapa : secukupnya

    - Fermentasi semua selama 5-7 hari
    - Semua 16 unsur hara dah tercukupi untuk 1 ha
    SPO FB Page

    MKRdezign

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget